Canon Pixma TS307: Wireless Printer Murah untuk Print e-Visa

Gara-gara di e-visa ada keterangan harus bawa copy dalam bentuk cetak akhirnya beli printer juga. Biasanya, untuk tiket dan kode booking cuma modal skrinsut di ponsel sudah cukup.

Tapi, untuk perjalanan ke luar negeri memang banyak traveler yang menyarankan agar tetap membawa print out untuk jaga-jaga apabila ponsel hilang atau habis baterai.

Pencarian yang melelahkan berujung pada satu printer keluaran Canon dengan kode produk TS307. Cek di website distributor resmi Canon Indonesia ternyata baru rilis tahun 2018.

tes mencetak foto di kertas biasa

Kenapa printer ini? Sejak awal saya cari printer wireless tapi harganya murah biar bisa print dari mana saja termasuk dari handphone. Dan ternyata ada juga yang harganya di bawah satu juta.

Sebetulnya ada dua printer lain yang masuk kategori tersebut. Ada Fuji Xerox Docuprint P115w yang harganya 700 ribuan, tapi sayangnya ini monochrome alias hitam putih.

Satu lagi HP 2622 yang bisa print, scan, dan copy, sekaligus. Banderolnya lebih tinggi di angka 800 ribuan.

Nah, Canon TS307 ada yang jual Rp 600 ribu pas di Tokopedia, sudah termasuk cartridge hitam dan warna. Ditambah ongkos gojek Rp 64.000 dan dikurangi diskon ongkir Rp 25.000, jadinya total Rp 639.000 saja.

Karena ini wireless, setelah instal aplikasi Canon PRINT Inkjet/SELPHY, langsung coba setup printer lewat handphone. Tapi sewaktu coba mencetak dokumen, dicoba sampe tiga kali tetap saja gagal.

printer, kabel , dan cartridge

Akhirnya, beralih ke PC, instal driver dan dihubungkan ke printer, langsung bisa mencetak. Pas coba lagi dari handphone juga langsung bisa.

Printer ini juga bisa untuk copy dokumen, tapi dengan menggunakan kamera di handphone. Jadi harus buka dulu aplikasinya.

Untuk print dari PC nggak ada masalah sama sekali. Tapi untuk pengaturan dari handphone terasa belum sempurna. Misalnya, saat mau tekan tombol print nggak muncul setting berapa lembar, ukuran kertas apa, dan lainnya.

Begitu juga saat mau cetak foto, aplikasinya nggak bisa menemukan folder galeri kamera.

TS307 plus 2 cartridge cadangan

Bagaimana kemampuan mencetak printer ini? Untuk cetak dokumen dan foto di kertas hvs kecepatannya standar saja. Mungkin cocok untuk kebutuhan ngeprint yang nggak terlalu banyak dan jarang-jarang, jadinya nggak terlalu mengkhawatirkan.

Karena pemakaian masih baru, belum diketahui apakah tintanya irit atau nggak? Tapi untuk sebuah printer wireless, Canon TS307 ini sepertinya tipe paling murah yang bisa ditemukan di pasaran saat ini (Untuk harga terbaru bisa dicek di sini).

(Nggak) Susah Sinyal di Gunung Kerinci..

Gunung Kerinci dengan ketinggian 3805 mdpl merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia. Gunung ini terletak di provinsi Jambi, tapi lebih dekat dijangkau dari Padang, Sumatera Barat.

Akses transportasi yang begitu mudah menjadi salah satu keunggulan mendaki Gunung Kerinci. Yang paling irit bisa naik travel dari kota Padang dengan ongkos Rp 110.000 dan langsung turun di basecamp.

Jika ingin lebih cepat, tersedia pesawat dari bandara Sultan Thaha, Jambi, ke Depati Parbo Airport, Kerinci. Selanjutnya, bisa naik angkutan umum sekitar satu jam ke basecamp.

Homestay Paiman favorit di kalangan para pendaki

Apa yang terkenal dari Gunung Kerinci? Trek pendakian yang berlumpur saat musim hujan. Lintasan ke puncak yang berbatu terjal — sehingga kadang perlu merangkak ke atas — juga khas gunung tersebut.

Saat saya melakukan pendakian, cuaca nggak hujan, tapi angin sangat kencang dan dingin sekali. Pada malam hari suhu turun hingga di bawah 10 derajat celsius.

Foto dengan latar Danau Gunung Tujuh, Kerinci

Selain pemandangan kota Sungai Penuh, dari atas kita juga bisa melihat Danau Gunung Tujuh. Di perjalanan, suara binatang dan burung-burung, jauh lebih ramai karena melewati hutan hampir setengah perjalanan.

Puncak Indrapura

Seperti banyak gunung lainnya, puncak Gunung Kerinci yang disebut Puncak Indrapura, juga sangat sempit. Berfoto bisa diikuti banyak orang jika posisinya memanjang saja.

Grup pendaki asal Malaysia

Kerinci juga menjadi tujuan pendakian turis mancanegara. Mereka terutama datang dari Malaysia dan Singapura.

Wisata keluarga

Bagi warga lokal, naik Kerinci juga bisa menjadi tujuan wisata keluarga. Termasuk mengajak anak-anak kemping di atas awan.

Summit attack

Apalagi yang menarik dari Gunung Kerinci? Karena posisinya yang tidak terhalang ke pemukiman terdekat, di atas kita masih bisa buka whatsapp atau facebook.

Tidak seperti di banyak gunung lainnya yang sunyi, di Kerinci dijamin nggak bakal susah sinyal.

Menjemput Cahaya di Jabal Nur

Awal tahun 2018 saya mengunjungi kota suci Makkah al-Mukarramah. Salah satu yang nggak ketinggalan yaitu naik ke Jabal Nur yang terletak tak begitu jauh dari hotel tempat menginap.

Dalam sejarah, gunung setinggi 642 m ini merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, tepatya di Gua Hira yang berada di puncaknya.

Karena nggak terlalu tinggi dan sudah ada tangga untuk jalanan ke atas, jadi nggak perlu waktu lama untuk trekking. Kalau masih gagah hanya butuh waktu kurang dari sejam diperlukan untuk naik dan turun.

Turis salat di dekat Gua HIra

Apa yang dilakukan orang di Jabal Nur? Para turis biasanya berdoa dan banyak juga yang salat di atas. Karena ukuran gua yang kecil, jadi kalau mau masuk harus berebut dengan yang lain.

Zamzam Tower Dilihat dari Jabal Nur

Pemandangan di puncak cukup leluasa untuk melihat kota Mekah dari ketinggian. Zamzam Tower yang terletak di dekat Kabah juga masih terlihat.

Burung merpati menyambut para peziarah

Seperti di banyak tempat di Mekah dan Madinah, kita bisa menyaksikan banyak burung merpati. Di Jabal Nur kerumunan burung ini dapat dengan mudah ditemukan.

Warga menambal tangga di Jabal Nur

Bukan cuma di Indonesia, ternyata di Arab Saudi ‘modus’ menambal jalan yang bolong sambil meminta sumbangan juga bisa ditemukan saat naik ke Gua Hira. Juga banyak orang tua peminta-minta di sini.

Pasukan hijau mengumpulkan sampah

Selain itu, yang agak mengganggu, di sepanjang jalan juga banyak sampah berceceran. Pasukan hijau tugasnya memungut dan membersihkan sampah-sampah tersebut.

Parkiran menuju Jabal Nur

Kapan waktu terbaik ke Jabal Nur? Menurut informasi sebaiknya naik sebelum waktu subuh. Selain di gua nya masih sepi, bisa sekalian menjemput cahaya pagi yang indah dari atas Jabal Nur.

Perjalanan Keberuntungan ke Taka Bonerate

Taka Bonerate! Menyebut namanya saja, rasanya sesulit mengunjungi daerah tersebut. Itulah yang saya alami karena datang seorang diri ke sana.

Dari Makassar sudah benar naik pesawat ke Selayar supaya lebih cepat. Tapi ternyata nggak ada kapal yang berlayar setiap hari ke Taka Bonerate.

Kapal Sabuk Nusantara 50

Setelah tanya-tanya, ada tiga alternatif transportasi tersedia: (1) sewa kapal yang harganya sangat mahal; (2) ikut kapal penduduk Taka Bonerate yang sedang belanja di Selayar; dan (3) naik kapal Sabuk Nusantara (Pelni) yang datangnya dua minggu sekali.

Saya pilih nomor 3 dan beruntung cuma menunggu tiga malam saja di Selayar!

Masalah lain muncul, Taka Bonerate itu sebuah kecamatan yang terdiri dari banyak pulau dan Kapal Pelni tidak singgah di Tinabo, pulau kecil yang menjadi tujuan wisata di Taman Nasional Taka Bonerate.

Dermaga di Pulau Tinabo

Di pulau tersebut hanya ada sebuah resort yang dikelola oleh pihak taman nasional dan nggak ada kapal penduduk ke situ kecuali disewa.

Lemes!

Beruntung, saya ketemu Pak Adi, pegawai syahbandar di Pelabuhan Selayar. Beliau menawarkan untuk ikut ke Kayuadi (pusat kecamatan Taka Boneate) dan kebetulan di sana kakaknya baru bertugas tiga bulan sebagai kapolsek.

Akhirnya, saya menginap di rumah dinas kapolsek. Meski pulau Kayuadi ini cukup besar dan padat penduduk, tapi tidak ada mobil kecuali satu ambulance milik puskesmas.

Bermain dengan baby sharks

Dua hari kemudian saya akhirnya ikut piknik rame-rame bareng keluarga Pak Kapolsek ke Tinabo. Horee..

Kopra lagi dijemur..

Seperti banyak pulau lain di Sulawesi, Taka Bonerate juga penghasil kopra. Pohon kelapa ada di sekujur pulau.

Kebanyakan warga di sini hidup sebagai nelayan. Tidak ada sawah, jadi beras didatangkan dari tempat lain. Misalnya, dari pulau Bonerate (jangan keliru ini beda dengan Taka Bonerate).

Sebetulnya, secara geografis Taka Bonerate lebih dekat ke Flores. Karena itu, kalau mau nyoba bisa saja naik kapal sabuk nusantara yang berangkat dari Maumere.

Senja di Selayar

Tapi, karena secara administratif masuknya Sulawesi Selatan, biasanya untuk berkunjung ke Taka Bonerate kebanyakan lewat pulau Selayar.

Tanjung Bira

Selain lewat udara, alternatif lain ke Selayar bisa naik bis dari Makassar. Jika ingin piknik ke Tanjung Bira yang pasirnya putih itu, bisa turun di pelabuhan penyeberangan.

Di Selayar, yang menyenangkan hati harga ikannya yang murah. Waktu pertama kali datang, ketika diminta memilih ikan, saya tunjuk yang ukurannya paling kecil.

Kalau pilih yang besar khawatir harganya mahal.

Suka makan seafood? Di Selayar banyak pilihannya..

Belakangan, saya baru tahu ternyata ukuran nggak pengaruh ke harga. Semua harganya Rp 35.000 sudah termasuk nasi. Bahkan sekali waktu ada juga lobster dan harganya tetap sama segitu.

Jadi, biar untung, kalau ke Selayar jangan ragu pilih ikan yang ukuran yang besar ya..