Perjalanan Keberuntungan ke Taka Bonerate

Taka Bonerate! Menyebut namanya saja, rasanya sesulit mengunjungi daerah tersebut. Itulah yang saya alami karena datang seorang diri ke sana.

Dari Makassar sudah benar naik pesawat ke Selayar supaya lebih cepat. Tapi ternyata nggak ada kapal yang berlayar setiap hari ke Taka Bonerate.

Kapal Sabuk Nusantara 50

Setelah tanya-tanya, ada tiga alternatif transportasi tersedia: (1) sewa kapal yang harganya sangat mahal; (2) ikut kapal penduduk Taka Bonerate yang sedang belanja di Selayar; dan (3) naik kapal Sabuk Nusantara (Pelni) yang datangnya dua minggu sekali.

Saya pilih nomor 3 dan beruntung cuma menunggu tiga malam saja di Selayar!

Masalah lain muncul, Taka Bonerate itu sebuah kecamatan yang terdiri dari banyak pulau dan Kapal Pelni tidak singgah di Tinabo, pulau kecil yang menjadi tujuan wisata di Taman Nasional Taka Bonerate.

Dermaga di Pulau Tinabo

Di pulau tersebut hanya ada sebuah resort yang dikelola oleh pihak taman nasional dan nggak ada kapal penduduk ke situ kecuali disewa.

Lemes!

Beruntung, saya ketemu Pak Adi, pegawai syahbandar di Pelabuhan Selayar. Beliau menawarkan untuk ikut ke Kayuadi (pusat kecamatan Taka Boneate) dan kebetulan di sana kakaknya baru bertugas tiga bulan sebagai kapolsek.

Akhirnya, saya menginap di rumah dinas kapolsek. Meski pulau Kayuadi ini cukup besar dan padat penduduk, tapi tidak ada mobil kecuali satu ambulance milik puskesmas.

Bermain dengan baby sharks

Dua hari kemudian saya akhirnya ikut piknik rame-rame bareng keluarga Pak Kapolsek ke Tinabo. Horee..

Kopra lagi dijemur..

Seperti banyak pulau lain di Sulawesi, Taka Bonerate juga penghasil kopra. Pohon kelapa ada di sekujur pulau.

Kebanyakan warga di sini hidup sebagai nelayan. Tidak ada sawah, jadi beras didatangkan dari tempat lain. Misalnya, dari pulau Bonerate (jangan keliru ini beda dengan Taka Bonerate).

Sebetulnya, secara geografis Taka Bonerate lebih dekat ke Flores. Karena itu, kalau mau nyoba bisa saja naik kapal sabuk nusantara yang berangkat dari Maumere.

Senja di Selayar

Tapi, karena secara administratif masuknya Sulawesi Selatan, biasanya untuk berkunjung ke Taka Bonerate kebanyakan lewat pulau Selayar.

Tanjung Bira

Selain lewat udara, alternatif lain ke Selayar bisa naik bis dari Makassar. Jika ingin piknik ke Tanjung Bira yang pasirnya putih itu, bisa turun di pelabuhan penyeberangan.

Di Selayar, yang menyenangkan hati harga ikannya yang murah. Waktu pertama kali datang, ketika diminta memilih ikan, saya tunjuk yang ukurannya paling kecil.

Kalau pilih yang besar khawatir harganya mahal.

Suka makan seafood? Di Selayar banyak pilihannya..

Belakangan, saya baru tahu ternyata ukuran nggak pengaruh ke harga. Semua harganya Rp 35.000 sudah termasuk nasi. Bahkan sekali waktu ada juga lobster dan harganya tetap sama segitu.

Jadi, biar untung, kalau ke Selayar jangan ragu pilih ikan yang ukuran yang besar ya..