Android vs “Fundamentalis Apple”


Apple is the new religion,… It’s not a matter of rationality, it’s a matter of faith.

Gsmarena.com membuat ulasan mendalam tentang dua smartphone papan atas saat ini: iPhone 4 keluaran Apple dan Galaxy S dari Samsung. Dari 7 kriteria dalam review itu, iPhone hanya unggul dalam dua hal: desain serta application store.

Meski namanya smartphone, gsmarena menilai, iPhone buruk dalam fungsi telephony. Dalam skala 10, iPhone 4 hanya mendapat skor 4 sedangkan Galaxy S skornya 9. Kemampuan memutar video dan kecepatan browsing iPhone 4 juga dua poin di bawah Galaxy S.

Pertanyaannya, kenapa iPhone (termasuk iPad yang tidak bisa memutar banyak tipe video di internet) begitu populer dan laris manis?

Yang jelas ini bukan karena ulasan gsmarena yang tidak bermutu. Tetapi, “Apple” bagi kebanyakan orang merupakan sebuah “agama”. Ini bukan kesimpulan saya, melainkan hasil studi Heidi A. Campbell dan Antonio C. La Pastina dari Texas A&M University (abstrak), yang banyak dikutip media online bulan Juli lalu.

Dengan kata lain, apapun yang terjadi dengan produk Apple, pasti akan tetap diborong pengikutnya. Tidak peduli dengan — mengutip teman-teman saya yang menjadi konsultan marketing –functional benefit, sebab yang lebih penting bagi mereka adalah: inilah agama saya!

Di Indonesia, saya tidak tahu seberapa banyak “fundamentalis Apple” ini. Yang jelas, pasti jumlahnya tidak akan mengalahkan “umatnya” Blackberry. Di AS pun, negara asalnya iPhone, sampai sekarang Blackberry masih berjaya. Hanya saja, pangsa pasarnya tergerus tajam hingga tinggal sekitar 30 persen saja oleh smartphone yang memakai otak android.

Karena itu, saya punya keyakinan mayoritas orang Indonesia sebenarnya ramah terhadap segala jenis gadget. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang fanatik terhadap brand tertentu. Jadi, tidak lama lagi, bukan mustahil kita akan menyaksikan antrian yang pindah keyakinan menjadi penganut android. :)

image: ant.sillydog.org

Speak Your Mind

*