Tag Archives: facebook anti mega

Apa yang salah dari halaman anti-Mega di facebook?

6 Apr

Masih tentang halaman Say “NO!!!” to Megawati di facebook. Saya tertarik membandingkan dengan beberapa halaman/grup tokoh politik lain yang juga terdapat di facebook. Halaman yang cukup populer antara lain atas nama Susilo Bambang Yudhoyono dengan jumlah penggemar sebanyak 109,627 (6 April). Tapi melihat pertumbuhan halaman anti-Mega yang cepat dalam hitungan hari halaman ini dipastikan akan terlampaui jumlah fansnya.

Dari kasus ini saya menyimpulkan di negeri ini rupaya lebih mudah membuat populer halaman negatif ketimbang yang positif. Bandingkan dengan Stop Barack Obama yang hanya berhasil menggaet 216.872 anggota grup (bukan page). Sedangkan grup Barack Obama sendiri memiliki 1,005,423 anggota, sedangkan halaman Barack Obama meraih 6,038,040 fans.

Apa yang membedakan Stop Barack Obama dengan Say No to Mega? Tampak sekali pembuat halaman anti-Mega kurang memiliki itikad baik. Perhatikan gambar Megawati yang “dilengkapi” dengan dua tanduk di kepala. Di sana juga tidak ada rules (aturan) bagaimana fans sebaiknya menulis komentar. Tak aneh jika halaman ini dituding sebagai black campaign.

Ini adalah posting ketiga saya tentang halaman anti-Mega. Saya sangat khawatir jika facebook yang populer dan powerful akan berubah menjadi tempat sumpah serapah belaka di negeri ini. Atau..jangan-jangan awalnya ini iseng belaka dan yang buat tak sadar halaman tersebut akan begitu populer. Entahlah…

Facebook anti-Mega mungkinkah ditutup?

5 Apr

Popularitas halaman Say No to Mega di facebook semakin menanjak. Banyak sebab mengapa ini bisa terjadi. Salah satunya, kelihatannya karena jamaah facebook kebanyakan datang dari kalangan terdidik. Di mata mereka Megawati yang pernah jadi wapres lalu presiden itu sudah tidak layak lagi maju pada pilpres mendatang. Sampai di sini jelas hak setiap orang untuk menilai seorang calon pemimpin.

Lalu apa yang bisa dipersoalkan? Bagi saya, yang menarik, apakah facebook mengizinkan seseorang membuat halaman yang pada akhirnya dipergunakan untuk menyerang pribadi lain?

Kalau kita membaca gagasan Mark Zurckerberg si penemu facebook saya tidak melihat bahwa hal tersebut mendapatkan ruang. Facebook bagi Zuck, adalah social graph untuk sharing informasi secara cepat. Bagi sebagian orang Indonesia facebook diambil berkahnya untuk ketemu teman lama dan kemudian bikin acara reunian. Ya kira-kira, facebook dipersembahkan memang untuk bersenang-senang (dan syukur-syukur untuk berbelanja seperti diharapkan investor facebook).

Biasanya, seperti dalam kasus Coca Cola, facebook akan mengambil inisiatif menghubungi brand yang memiliki halaman populer. Mereka akan curiga jika sebuah halaman begitu cepat melesat dan mendapat banyak fans. Pasti ada sesuatu di sana dan facebook tahu ada sesuatu yang harus dilindungi seperti masalah intellectual right dan pemanfaatan brand.

Kenapa facebook bertindak seperti itu? Jawaban sederhananya: karena facebook itu jualan/bisnis. Sampai hari ini meski sudah lebih 200 juta penggunanya tapi facebook belum menghasilkan keuntungan memadai. Jadi, jika ada pihak yang memakai facebook untuk menebar kebencian dan fitnah , mereka punya kuasa untuk mendelete halaman tersebut.

Saya melihat seringkali pengguna internet di negeri ini lupa. Seolah-olah mereka bisa melakukan apa saja tanpa batas etika/kesopanan. Kebebasan kemudian diperluas ke ruang-ruang maya seperti dengan membuat halaman negatif di facebook. Padahal, saya percaya, mereka akan teriak jika hal yang sama juga menimpa dirinya.

Sebagai disclaimer, saya bukan pendukung siapa pun. Saya hanya percaya bahwa facebook akan melindungi dirinya agar tetap menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua penggunanya. Dan akan mengambil tindakan (atas permintaan/atau bukan) jika nyata-nyata dipergunakan untuk menghimpun kekuatan yang diiringi kebencian. Anda juga percaya hal itu?

Halaman Facebook Anti Megawati Siapa Punya?

5 Apr

anti_megaHalaman Say No!!! to Megawati di facebook cepat sekali merangkul penggemar. Sampai minggu sore angka fans anti-Mega tercatat sudah melebihi 47.000 orang. Dan tentu saja jumlah ini akan terus membengkak terutama jika dibiarkan hingga mendekati masa pilpres mendatang.

Menurut Kompas.com sulit untuk diketahui siapa pemilik grup (seharusnya halaman/page) ini. Benarkah? Sebenarnya kalau wartawannya mau sedikit repot tentu tidak sulit mendapatkan informasi siapa pemilik halaman ini. Pihak facebook pasti akan dengan senang hati membeberkan siapa yang menyulut halaman anti-Mega ini. Bahkan facebook akan senang hati pula menutup sebuah halaman jika memang ada pihak yang dirugikan.

Di facebook salah satu halaman yang banyak fansnya yaitu Coca Cola dengan lebih dari 3,3 juta penggemar (nomor 2 setelah Barack Obama). Halaman hiperpopuler ini tidak dibuat oleh perusahaan tersebut melainkan oleh warga Los Angeles, Dusty Sorg and Michael Jedrzejewski. Sebagai pemilik brand, Coca Cola bisa saja mengambil alih halaman itu. Tetapi, dengan bijaksana perusahaan ini hanya meminta agar halaman tersebut dikelola secara bersama setelah mengundang pembuatnya ke markas mereka.

Apakah kubu Megawati perlu memidanakan pembuat halaman yang anti terhadapnya? Secara politik langkah ini sangat tidak tepat. Tetapi karena berbagai komentar pada halaman tersebut jelas-jelas mendiskreditkannya langkah yang bisa diambil adalah menghubungi facebook dan menutup halaman itu untuk selamanya.

Kesimpulannya, jika anda ingin memanfaatkan facebook untuk marketing politik sebaiknya buatlah sebuah halaman/grup yang positif. Saya melihat setelah populernya halaman anti-Mega, muncul juga halaman Say Yes to SBY. Yang positif tentu saja lebih sulit mendapat penggemar, tetapi yang negatif sekalipun cepat bisa lebih cepat pula facebook menutupnya atas permintaan pihak yang merasa dirugikan. Silakan mau pilih yang mana?

Ilustrasi: Kompas.com

Blog Widget by LinkWithin